Selamat Datang

Assallamualaikum Wr. Wb,
Please Welcome to "Indahnya Belajar Akuntansi" Blog's. Congratulations and Good Usefull Reading to All


Hati Riang, Akuntansi - pun Gampang...Emak-Bapak ikut Senang..

Rabu, 14 Juni 2017

INFORMATION ASYMETRI THEORY (TEORI INFORMASI ASIMETRI)

Hasil gambar untuk GAMBAR ASIMETRI INFORMASI
Secara umum menurut bidang ekonomi teori asimetri informasi terjadi jika salah satu pihak dari suatu transaksi memiliki informasi lebih banyak atau lebih baik dibandinkan pihak lainnya. Informasi asimetri ini misalnya terjadi antara investor yang akan melakukan investasi di dalam pasar modal. Investor harus mengetahui saham dengan baik sebelum investor tersebut melakukan investasi. Hal ini membuat investor akan mencari tahu saham dengan lengkap serta tepat untuk perusahaan agar mendapatkan capital gain di masa mendatang.
Biasanya informasi tentang pasar modal itu sulit untuk didapatkan, maka untuk mendapatkan informasi tersebut investor harus cerdas akan mencari informasi tersebut kemudian menganalisisnya untuk mendapatkan gambaran yang tepat. Informasi yang didapat akan mengalami perbedaan antara investor dengan agen perusahaan. Perbedaan inilah dinamakan informasi asimetris.
Data yang diperoleh dari informasi asimetri adalah order yang bersisikan tanggal transaksi, kode saham, harga transaksi, volume transaksi, investor asing dan lokal dan juga beli atau jual transaksi.
Bentuk asimetri informasi
  1. Hidden knowledge
Merupakan keadaan dimana salah satu pihak lebih mengetahui tentang kualitas barang atau kontrak terhadap barang atau jasa yang diperdagangkan dibandingan pihak lain sebagai mitranya. Dalam hidden knowledge ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :
  1. Adverse Selection
Menyebabkan kegagalan pasar namun, ia dianggap penting dibidang ekonomi karena sering menghilangkan kemungkinan pertukaran yag akan menguntungkan baik konsumen maupun penjual. Contohnya penjual tidak mampu menentukan kalitas yang sebenarnya pada saat membeli. Akibatnya banak produk yang mempunyai kualitas rendah dan terlalu sedikit produk yang berkualitas tinggi dijual di pasar atau dengan kata lain barang-barang berkualitas rendah akan menggeser barang-barang ang berkualitas tinggi.
  1. Market Unravelling
Menyebabkan kerugian di dalam perdagangan terhadap pihak yang kurang memiliki informasi.

  1. Hidden Action
PRINSIPAL » AGEN » PROGRESSIVE INFORMATION » TINDAKAN » MORAL HAZARD
Prinsipal merupakan pihak yang memiliki konrak sedangkan agen merupakan pihak yang menerima kontrak transaksi principal memiliki progressive information terhadap barang ang ditransaksikan. Hal ini menimbulkan tindakan yang tersembunyi untuk mempengaruhi kualitas barang yang diperdagangkan sehingga menyebabkan timbulnya masalah moral hazard.
Menurut Bebczuk (2003) bahwa asimetri informasi dipasar modal menyangkut tiga jenis yaitu
a.    Adverse Selection (seleksi adverse)
Mempelajari bagaimana pemilihan ang dilakukan dikarenakan kelemahan informasi yang dimiliki pengambil keputusan ketika memutuskannya.
b.    Moral Hazard
Moral Hazard adalah situasi dimana satu pihak akan memiliki kecenderungan untk mengambil resiko karena biaya yang dapat dikenakan tidak akan dirasakan oleh pihak mengambil resiko.
c.    Monitoring Costs (Monitor Biaya)
Berhubungan dengan tindakan yang disembunyikan oleh pihak yang mendpatkan pinjaman (untuk kasus bank atau perusahaan terbitkan surat hutang) dimana dilakkan mendapatkan keuntungan dikarenakan informasi yang lebih baik.

Sumber : Teori Informasi Asimetri oleh Prof. Dr. Adler Haymans Manurung
              Teori Informasi Asimetris oleh Ferry Prasetya


Senin, 12 Juni 2017

AGENCY THEORY (TEORI KEPENTINGAN)

Hasil gambar untuk gambar pemilik dengan manajer

Agency Theory pertama kali diperkenalkan oleh Jensen dan Meckling (1976) menjelaskan bahwa perusahaan merupakan kumpulan kontrak (nexus of contract) antara pemilik sumber daya ekonomis (principal) dan manajer (agent) yang mengurus penggunaan dan pengendalian sumber daya tersebut. Dalam upaya mengatasi atau mengurangi masalah keagenan ini menimbulkan biaya keagenan (agency cost) yang akan ditanggung baik oleh principal maupun agent. Jansen dan Meckling (1976) membagi biaya keagenan ini menjadi monitoring cost, bonding cost dan residual cost. Monitoring cost adalah biaya yang timbul dan ditanggung oleh principal untuk memonitor perilaku agent., yaitu untuk mengukur, mengamati, dan mengontrol perilaku agent. Bonding cost merupakan biaya yang ditanggung oleh agent untuk menetapkan dan mematuhi mekanisme yang menjamin bahwa agent akan bertindak  untuk kepentingan principal. Selanjutnya residual loss merupakan pengorbanan yang berupa berkurangnya kemakmuran principal sebagai akibat dari perbedaan keputusan agent dan keputusan principal.


Menurut Azhar Maksum (2005) bahwa teori korporasi pertama yang dikatakan sebagai teori induk dari berbagai teori mengenai korporasi adalah Equity Theory. Teori ini kemudian menurunkan berbagai teori lainnya, yaitu Entity Theory yang kemudian menurunkan berbagai teori lainnya, yaitu Agency Theory yang menjelaskan bagaimana hubungan kontraktual antara pihak pemilik perusahaan (principal) yang mendelegasikan pengambilan keputusan tertentu guna meningkatkan kesejahteraannya dengan pihak manajemen/pengelola (agent) yang menerima pendelegasian tersebut. 

Agency theory inilah kemudian memberikan landasan model teoritis yang sangat berpengaruh terhadap konsep good corporate governance di berbagai perusahaan di seluruh dunia. Kemudian konsep ini menjadi sangat popular dan bahkan dapat dikatakan telah mejadi isu sentral bagi kalangan pelaku usaha, pemerintah dan juga pihak-pihak lainnya. Perusahaan yang memisahkan fungsi pengelolaan dan kepemilikan akan rentan terhadap konflik keagenan (agency conflict) yang disebabkan karena masing-masing pihak mempunyai kepentingan yang saling berkepentingan yaitu berusaha mencapai kemakmurannya sendiri.

Contoh jurnal nasional yang menggunakan teori agency. Klik disini

Semoga bermanfaat :) 


TINJAUAN ATAS GCG DI INDONESIA

Minggu, 28 Mei 2017

PENDEKATAN INDUKTIF DAN DEDUKTIF


Lanjutan dari materi Metodologi Penelitian

Penjelasan gambar diatas adalah sebagai berikut :

1.    Pendekatan Induktif
Merupakan salah satu ciri dari penelitian kaulitatif yaitu proses penarikan konklusi, dilakukan dari hal-hal ang bersifat khusus menuju hal-hal yang bersifat umum.
Pendekatan ini menjelaskan bagaimana teori lahir dari proses pengamatan fakta-fakta khusus dilapangan, yang kemudian di analisis, diamati secara berulang dalam dimensi waktu yang berbeda, diverifikasi dengan fakta-fakta yang lain, hingga akhirnya dapat dideskripsikan dalam teori atau dalil-dalil ilmiah.

Dalam Chalmers (1983) mengemukakan bahwa teori atau dalil yang dihasilkan secara induktif, pada akhirnya dapat pula menjadi rujukan, untuk menjelaskan atau meramalkan terjadinya fenomena empiris dilapangan.

2.    Pendekatan Deduktif
 Merupakan ciri dari penelitian kuantitatif yaitu proses penarikan konklusi, berdasarkan hal-hal yang bersifat umum (premis mayor), menuju hal-hal yang bersifat khusus (premis minor) sehingga dihasilkan konklusi kebenaran ilmiah atau hukum ilmiah (law of scientific) yang rasional dan empiris.

Pendekatan ini menjelaskan pembuktian penelitian empiris melalui verifikasi di lapangan berdasarkan kaidah-kaidah riset ilmiah, sejak dari pengumpulan data, analisis data sampai dengan penarikan konklusi.

Sumber : Metodologi Penelitian “Penelitian Bisnis dan Pendidikan” oleh Dr. Agus Wahyudin, 2015.

DUKUNGAN TEORI DALAM PENELITIAN BIDANG EKONOMI


Pada kesempatan yang indah ini saya akan memberikan sedikit masukan kepada para peneliti awal dalam menentukan teori khusus bidang ekonomi. Catatan ini saya buat ketika beberapa mahasiswa menanyakan kepada saya teori-teori mana yang bisa menjadi acuan untuk penelitian bidang akuntansi dan manajemen.
Insyallah saya akan menuliskan apa yang saya pahami, semoga bisa memberikan pencerahan kepada semua terutama buat mahasiswa saya.

Berikut saya berikan gambaran mengenai pengertian dari teori itu dahulu :
Sumber : Sugiyono (2015)
Teori adalah serangkaian proposisi (pernyataan) umum yang telah teruji di lapangan empiris melalui penyelidikan atau penelitian dengan cara atau metode ilmiah. (Agus Wahyudin, 2015).
Proposisi umum adalah pernyataan kebenaran yang menggambarkan keterkaitan secara logis dan sistematis antara dua atau lebih variabel sehingga membentuk hukum (dalil) sebab akibat (kausalitas) yang memberikan gambaran, penjelasan dan peramalan tentang suatu fenomena tertentu. (Agus Wahyudin, 2015)

NOTE : Dalam penelitian kerangka model teoritik bisa menggunakan atau didukung lebih dari satu teori. (Lihat gambar)






Perbedaan utama dalam menentukan teori pada kajian ekonomi yang difokuskan apakah ini teori hanya bisa digunakan untuk program studi akuntansi atau manajemen.
PERBEDAAN
KAJIAN AKUNTANSI
KAJIAN MANAJEMEN
Pengertian
Proses pengolahan data keuangan untuk menghasilkan informasi keuangan yang digunakan untuk memungkinkan pengambil keputusan melakukan pertimbangan berdasarkan informasi dalam pengambilan keputusan.
Proses pengolahan data informasi baik berupa informasi keuangan maupun informasi lain yang berhubungan dengan hasil tata kelola manajemen yang dibutuhkan oleh para manajer guna menentukan bagaimana sumber-sumber daya yang diperoleh dan digunakan dalam setiap jenis bisnis, baik berskala besar maupun kecil.
Fokus Penelitian (Bidang Konsentrasi)
Akuntansi Keuangan, Akuntansi Sektor Publik, Akuntansi Manajemen, Auditing, Corporate Governance, Etika dan Profesionalisme, Akuntansi dan Manajemen Keuangan Syariah, Keuangan Perusahaan, Pendidikan Akuntansi, Perpajakan, Pasar Modal, Perbankan, Sistem Informasi, Sustainability Reporting.
Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran, Manajemen SDM, Manajemen Bisnis.
TEORI-TEORI YANG BISA DIGUNAKAN : Pemilihan teori difokuskan pada variabel yang dipengaruhi (Dependent/Endogen) ATAU tema masalah (latar belakang) dimana X » Y
Tema masalah HARUS difokuskan pada Bidang Konsentrasi
Teori Manajemen Keuangan - Finance
V
V
Teori Manajemen SDM
_
V
Teori  Pemasaran Jasa
_
V
Teori Good Corporate Governance
V
V
Teori Manajement Control Theory
_
V
Legitimacy Theory
V
V
Shareholder Theory – Stakeholder Theory
V
_
Agency Theory
V
-
Institutional Theory
V
V
Resource Based Theory
V
V
Contingency Theory
_
V
Networking Theory
_
V
Intellectual Capital
V
V
Marketing Mix
_
V
POAC
_
V
Signaling Theory
V
V
Dan masih banyak lagi,,



 Salam



Selasa, 11 April 2017

CONTOH PERHITUNGAN FINANCIAL VALUE ADED

Hasil gambar untuk Gambar teletubies sedang belajar
Dalam hal ini kami hanya ingin membahas mengenai bagaimana cara menghitung FVA jika sudah dketahui data berupa laporan keuangan perusahaan Go Publik.

SUMMARY OF FINANCIAL STATEMENT
31 December 2006
(Million Rupiah)
TOTAL ASSETS
Current Assets of Which
     Cash and Equivalents
     Premium Receivable
     Receivable from reinsurers


11,062
93,428
14,549
249,734
150,849
Non-Current Assets of Which
     Fixed Asset-Net
     Investment
     Other Assets

11,422
80,264
7,199
98,885
LIABILITIES
Current Liabilities of which
     Claim Payable
     Payable to Reinsurers
     Taxes Payable


15,368
67,305
1,063
146,388
104,250
Non-Current Liabilities
42,138
SHAREHOLDERS’ EQUITY
     Paid up capital
     Paid up capital in excess of par value
     Retained earnings

48,000
600
54,746
103,346
REVENUE
Operating  Expenses
Operating profit
Other Income (expenses)
Profit before taxes
Profit after taxes

79,964
4,486
843
3,643
3,101
84,450
REVENUE BREAKDOWN
Premium Income
Investment Income


255,313
5,531
EXPENSES BREAKDOWN
Commissions
Reinsurance Premiums
Claims paid
Others

Depreciation

9,142
152,496
38,333
35,712 (include depreciation cost)
5% from Fix Asset
PER SHARE DATA (Rp)
Earning per share
Equity Per Share
Dividend per share
Closing Price

16
538
n.a
175
FINANCIAL RATIOS
PER (x)
PBV (X)
Dividend Payout (%)
Dividend Yield (%)

10,83
0,33
n.a
n.a
OPERATING PROFIT MARGIN (X)
Net Profit Margin (X)
Expense Ratio (x)
Loss Ratio (x)
Solvency Ratio (x)
Investment to Total Assets Ratio (X)
0,06
0,04
0,31
0,15
1,01
0,70
ROI (%)
ROE (%)
1,24
3,00
PER = 11,59x ; PBV = 0,44x (June 2009)
Financial Year : December 31
Public Accountnat : Purwantono, Sarwoko & Sandjaja.




Note : Angka yang diberi tanda tebal dan merah adalah angka yang masuk didalam rumus.


Berikut adalah contoh menghitung
Menghitung komponen FVA adalah sbb :
1.            Menghitung NOPAT (Net Operating After Tax)
Rumus : NOPAT = Laba (Rugi) Usaha – Pajak
           NOPAT = (Laba (Rugi) usaha setelah bunga – Pajak
            NOPAT = (Rp 3.643.000.000+Rp 35.712.000.000)-Rp 542.000.000
                      = Rp 38.813.000.000
          Catatan :
Tetapi apabila diketahui tarif pajaknya maka untuk menentukan nilai NOPAT maka rumusnya adalah NOPAT = Laba bersih x (1 – tarif Pajak)
2.    Menghitung Equivalent Depreciations
ED = k x TR
Dimana : ED = Equivalent Depreciations
              k = Biaya Modal rata-rata tertimbang (WACC)
             TR (Total Resource) = Hutang Jangka Panjang + Total Equity

a.    Mencari k adalah
     Menghitung WACC (Weighted Average Cost Of Capital)
Rumus : WACC = [(D x rd) (1-tax) + (E x re)]
Dimana :
                               Total Hutang
Tingkat Modal (D)
 = —————————- x 100 %
                        Total Hutang dan Ekuitas
                               Rp 146.388.000.000
Tingkat Modal (D) = —————————-----      x 100 %
                                Rp 
249.734.000.000
                         = 58,62%

                              *Beban bunga
Cost of Debt (rd)
 = ———————–------------ x 100 %
                               Total Hutang jk. Panjang

* beban bunga biasanya pada pelaporan keuangan tidak disebutkan. Tetapi pada soal yang secara umum biasanya disebutkan. Disini saya ambil dari biaya laian-lain karena diestimasikan didalamnya terdapat unsure biaya bunga. Karena untuk breakdown biaya yang lain merupakan biaya-biaya yang pasti sudah diketahui yaitu biaya komisi (commission), Biaya jaminan hutang (Reinsurance premium), dan biaya Pengaduan (claim paid).

                                                (Rp 35.712.000.000)
Cost of Debt (rd) = ———————–-------------------------- x 100 %
                                       Rp 42.138.000.000
                             =  84,75%

                                                Total Ekuitas
Tingkat Modal /Ekuitas (E) = ——————————- x 100 %
                                        Total Hutang dan Ekuitas
                                                Rp 103.346.000.000
Tingkat Modal /Ekuitas (E) = ——————————- x 100 %
                                        Rp 
249.734.000.000
                                                = 41,38%

                           Laba bersih setelah pajak
Cost of Equity (re) = ———————————- x 100 %
                                        Total Ekuitas
                                  Rp 3,101.000.000
Cost of Equity (re) = ———————————- x 100 %
                                     Rp 103.346.000.000
                                    = 3%

                                    Beban pajak
Tingkat Pajak (Tax) = ———————————– x 100 %
                           Laba Bersih sebelum pajak

                      (Rp3.643.000.000-Rp 3,101.000.000)
Tingkat Pajak (Tax) = ———————————–-------------- x 100 %
                                              Rp3.643.000.000

                                           Rp 542.000.000
Tingkat Pajak (Tax) = ———————————–-------------- x 100 %
                                              Rp3.643.000.000
                                    = 15%

Rumus : WACC = [(D x rd) (1-tax) + (E x re)]
       = [(0,5862 x 0,8475) (1-0,15) + (0,4138 x 0,03)]
       = 0,43

b.    Mencari TR
TR = Total Hutang Jangka Panjang + Total Equity
     = (Ttl Hutang – Ttl Hutang jk Pendek ) + Ttl Equity
TR =   (Rp 146.388.000.000 - Rp 104.250.000.000) + Rp 103.346.000.000
    = Rp 145.484.000.000
c.    ED = k x TR
    = 0.43 x 145.484.000.000
    = 62.558.120.000

3.    Menghitung Depresiasi
D = 5% x Rp 11.422.000.000
   = Rp 571.100.000

4.    Menghitung FVA
FVA = NOPAT – (ED – D)
FVA = 38.813.000.000 – (62.558.120.000 – 571.100.000)
      = 38.813.000.000 – 61.987.020.000
     = - Rp 23.174.020.000

Kesimpulan : FVA negatif, menunjukan tidak terjadi nilai tambah financial bagi perusahaan

Semoga bisa membantu, apabila ada masukan bisa masukkan ke kolom komentar atau email di pribadi saya.
Nice night J