Selamat Datang

Assallamualaikum Wr. Wb,
Please Welcome to "Indahnya Belajar Akuntansi" Blog's. Congratulations and Good Usefull Reading to All


Hati Riang, Akuntansi - pun Gampang...Emak-Bapak ikut Senang..

Rabu, 10 Februari 2016

INFO TERUSAN "Pelatihan Penulisan Manuskrip Gelombang I Untuk Mahasiswa PPs Unnes"

Sumber : www.pps.unnes.ac.id

Wednesday, 10 February 2016 | 8:41
Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa PPs Unnes (S2 & S3) khususnya yang akan menulis tesis atau disertasi, bahwa Gugus Journal PPs Unnes akan mengadakan Pelatihan Penulisan Manuskrip Gelombang I Untuk Mahasiswa PPs Unnes pada:
Waktu:Rabu, 30 Maret 2016
Pukul:08.00 – 16.00
Tempat:Gedung F lantai 2 Kampus PPs Unnes
Materi Pela- tihan(1 pkt) terdiri dari 4 point:
  1. Pelatihan pencarian referensi jurnal nasional maupun internasional dengan google scolar, dan lain-lain dan pengolahan referensi dengan Mendeley
  2. Pelatihan penulisan karya ilmiah tesis menjadi manuskrip yang siap diterbitkan. Isi pelatihan cara menulis point point dalam manuskrip, etika penuisan, sitasi, dan lain-lain .
  3. Pelatihan proolreading & anti plagiarism dengan gramarly & viper untuk membantu mahasiswa dan mencegah plagiarism
  4. Cara submision online pada jurnal pascasarjana
Biaya:Rp.300.000,-/orang
Fasilitas:Materi pelatihan, snack dan makan siang, dan sertifikat
Pendaftaran:Hubungi Jazilatul (Tendik Bagian Keuangan) Gedung A Lantai 2 PPs Unnes. Telp. 024 8449017


Jumat, 05 Februari 2016

METODE PENELITIAN (BASIC LEARNING)

Hasil gambar untuk gambar belajar tesis
Metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu dan mengandung empat kata kunci yaitu :
1.    Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada cirri-ciri keilmuan yaitu :
a.    Rasional : kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal sehingga terjangkau oleh penalaran manusia;
b.    Empiris : cara-cara yang dilakukan dapat diamati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan;
c.    Sistematis : proses yang digunakan dalampenelitian itu menggunakan langkah-langah tertentu bersifat logis.
2.    Data; data yang diperoleh melalui penelitian adalah data empiris (teramati) yang mempunyai criteria tertentu dan valid.
Valid yaitu menunjukkan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada obyek dengan data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti. Untuk mengetahui data apakah valid ataukah tidak maka dilakukan uji reliabilitas (berkenaan dengan derajat konsistensi dan keajegan data dalam interval waktu tertentu) dan obyektifitas (berkenaan dengan interpersonal agreement/kesepakatan antara banyak orang)..
3.    Tujuan; ada tiga macam tujuan penelitian yaitu :
a.    Penemuan berarti data yang diperoleh dari penelitian itu adalah data yang betul-betul baru yang sebelumnya belum pernah diketahui;
b.    Pembuktian berarti data yang diperoleh digunakan untuk membuktikan adanya keragu-raguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu dan
c.    Pengembangan bererti memperdalam dan memperluas pengetahuan yang telah ada.
4.    Kegunaan; penelitian ini dapat digunakan hasilnya oleh manusia. Secara umum data yang telah diperoleh dari penelitian dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantasipasi masalah. Memahami berarti memperjelas suatu masalah atau informasi yang tidak diketahui dan kemudian menjadi tahu, memecahkan masalah berate meminimalkan atau menghilangkan masalah. Mengantisipasi berarti mengupayakan agar masalah tidak terjadi.
Jenis dan metode penelitian dapat dilihat di berbagai kelompok yaitu :
A.    BIDANG PENELITIAN
1.    Penelitian Akademik; penelitian yang dilakukan oleh para mahasiswa dalam membuat skripsi, tesis dan desertasi. Penelitian ini merupakan sarana edukatif sehingga lebih mementingkan validitas internal.
2.    Penelitian professional; penelitian yang dilakukan oleh orang yang berprofesi sebagai peneliti (termasuk dosen). Tujuannya adalah mendapatkan pengetahuan baru. Variabel penelitian lengkap, kecanggihan analisis disesuaikan dengan kepentingan masyarakat ilmiah sehingga hasilnya bisa dipergunakan untuk pengembangan ilmu.
3.    Penelitian institusional; penelitian yang bertujuan untuj mendapatkan informasi yang dapat digunakan untuk pengembangan lembaga. Hasilnya akan berguna untuk pimpinan untuk pembuatan keputusan. Hasil penelitian ini menekankan pada validitas eksternal, variabel lengkap dan kecanggihan analisis disesuaikan untuk pengambilan keputusan.
B.    TUJUAN PENELITIAN
1.    Basic Research (penelitian murni) yaitu penelitian yang bertujuan menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui (Jujus S. Suriasumantri, 1985).
2.    Applied Research (penelitian terapan) yaitu penelitian yang bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan praktis. (Jujus S. Suriasumantri, 1985).
3.    Research and Development (penelitian dan pengembangan) merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan atau memvalidasi produk-produk yang digunakan dalam pendidikan dan pembelajaran. (Jujus S. Suriasumantri, 1985).
C.   METODE PENELITIAN
1.    Metode Kualitatif
Sering disebut dengan istilah metode baru, pospositivistik, artistic, dan interpretive research.
Metode kualitatif yaitu metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah. Dimana peneliti sebagai instrument kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowbaal, teknik pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.
Metode ini lebih menekankan pada makna daripada generalisasi (transferability)
Catatan :
Postpositivistik merupakan paradigma interpretif dan konstruktif, yang memandang realitas social sebagai sesuati yang holistic/utuh, kompleks, dinamis penuh makna, dan hubungan gejala bersifat interaktif (reciprocal).
Artistic karena proses penelitian lebih bersifat seni (kurang terpola).
Interpretive karena data hasil penelitian lebih berkenaan denganinterprestsi terhadap data yang ditemukan di lapangan.
Induktif adalah didasarkan pada fakta-fakta yang ditemukan dilapangan dan kemudian meng-kontruksikan menjadi hipotesis dan teori.
2.    Metode Kuantitatif
Sering disebut metode trandisional, karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian. Disebut juga sebagai metode positivistic. Disebut sebagai metode ilmiah/scientific karena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit/empiris, obyektif, terukur, rasional, dan sistematis. Disebut juga metode discovery karena dengan metode ini dapat ditemukan dan dikembangkan berbagai iptek ilmu.
Metode kuantitatif adalah sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu , teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian analisis data bersifat kuantitif/statistic dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
Catatan :
Filsafat Positivisme adalah memandang realitas/gejala/fenomena dapat diklasifikasikan, relative tetap, konkrit, teramati, terukur, dan  hubungan gejala bersifat sebab akibat.
Deduktif adalah proses untuk menjawab rumusan masalah digunakan konsep atau  teori sehingga dapat dirumuskan hipotesis. Hipotesis ini kemudian diuji melalui pengumpulan data dilapangan dengan menggunakan instrument penelitian.
Perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif.

Penelitian Kualitatif
Penelitian Kuantitatif
Aksioma adalah pandangan dasar
1.  Sifat Realitas : postpositivistik atau paradigm interpretive, suatu realitas atau obyek tidak dapat dilihat secara partial dan dipecah ke dalam beberapa variabel tetapi memandang obyek sebagai sesuatu yang dinamis dan holistic. Realitas dalam penelitian kualitatif tidak hanya yang tampak tetapi sampai yang tidak tampak.
1.  SIfat Realitas : Positivisme, realitas dipandang sebagai sesuatu yang konkrit dapat diamati dengan panca indera, dapat dikategorikan menurut jenis, bentuk, warna dan perilaku, tidak berubah, dapat diukur dan diverivikasi.

2.    Hubungan peneliti dengan yang diteliti
Peneliti sebagai human instrument dan dengan teknik pengumpulan data participant observation dan in depth interview, maka peneliti harus berinteraksi dengan sumber data.
‘2.  Hubungan peneliti dengan yang diteliti.
Kebenaran diluar dari peneliti sehingga harus dijaga jaraknya sehingga bersifat independen. Dengan menggunakan kuisioner sebagai teknik pengumpulan data, maka peneliti kuantitatif hampir tidak mengenal siapa yang diteliti atau responden yang memberikan data.

3.    Hubungan Variabel
Timbal balik/interaktif sehingga tidak diketahui variabel independen maupun dependen.
‘3.  Hubungan Variabel
Sebab akibat (kausal) sehingga dalampenelitiannya ada variabel independen dan dependen yang kemudian dicari pengaruhnya.

4.    Kemungkinan Generalisasi
Transferability (hanya mungkin dalam ikatan konteks dan waktu). Lebih menekankan kedalaman informasi sehingga sampai pada tingkat makna.
‘4. Kemungkinan Generalisasi
Cenderung membuat generalisasi sehingga cocok digunakan untuk populasi yang luas dengan variabel yang terbatas yang kemudian diambil sampel dengan teknik random.

5.    Peranan Nilai
Terikat nilai-nilai yang dibawa peneliti dan sumber data.
‘5. Peranan Nilai
Cenderung bebas nilai

Karakteristik Metode Kualitatif dan Kuantitatif
No.
Metode Kualitatif
Metode Kuantitatif
1.
A. Desain
1.  Umum;
2. Fleksibel;
3.  Berkembang, dan muncul dalam proses penelitian.
A. Desain
1.  Spesifik, jelas, rinci;
2. Ditentukan secara mantap sejak awal
3.  Menjadi pegangan langkah demi langkah.
2.
B. Tujuan
a. Menemukan pola hubungan yang bersifat interaktif;
b. Menemukan Teori;
c. Menggambarkan realitas yang kompleks;
d. Memperoleh pemahaman makna.
B. Tujuan
a. Menunjukkan hubungan antar variabel;
b. Menguji Teori;
c. Mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif.
3.
C. Teknik Pengumpulan Data
a.    Participant Observation;
b.    In Depth Interview;
c.    Dokumentasi;
d.    Triangulasi
D.   Teknik Pengumpulan Data
a.    Kuisioner;
b.    Observasi dan wawancara terstruktur.
4.
D. Instrumen Penelitian
a. Peneliti sebagai instrument;
b. Buku, catatan, tape recorder, camera, handycame dan lain-lain.
D. Intrumen Penelitian
a. Test, angket, wawancara terstruktur;
b. instrument yang telah terstandar.
5.
E. Data
a. Deskriptif kualitatif;
b. dokumen pribadi, catatan lapangan, ucapan dan tindakan responden, dokumen dan lain-lain.
E. Data
a. Kuantitatif
b. hasil pengukuran variabel yang dioperasionalkan dengan menggunakan instrument.
6.
F. Sampel/Sumber Data
a. Kecil;
b. Tidak representative;
c. Purposive, snowball;
d. Berkembang selama proses penelitian.
F. Sampel/sumber data
a. Besar;
b. Representatif;
c. Sedapat mungkin random;
d. Ditentukan sejak awal.
7.
G. Analisis
a. terus menerus sejak awal sampai akhir penelitian;
b. Induktif;
c. Mencari pola, model, thema, teori.
G. Analisis
a. setelah selesai pengumpulan data;
b. deduktif;
c. menggunakan statistic untuk menguji hipotesis.
8.
H. Hubungan dengan Responden
a. Empati, akrab supaya memperoleh pemahaman yang mendalam;
b. kedudukan sama bahkan sebagai guru, konsultan;
c. Jangka lama, sampai datanya dapat ditemukan hipotesis atau teori.
H. Hubungan dengan Responden
a. Dibuat berjarak, bahkan sering tanpa kontak supaya obyektif;
b. kedudukan peneliti lebih tinggi dari responden;
c. jangka pendek sampai hipotesis dapat dibuktikan.
9.
I. Usulan Desain
a. Singkat, umum bersifat sementara;
b. Literatur yang digunakan bersifat sementara, tidak menjadi pegangan utama;
c. prosedur bersifat umum seperti akan merencanakan tour/piknik.
d. masalah bersifat sementara dan ditemukan setelah studi pendidikan;
e. tidak dirumuskan hipotesis, karena justru akan menemukan hipotesis;
f. focus penelitian ditetapkan setelah diperoleh data awal dari lapangan.
I. Usulan Desain
a. Luas dan rinci;
b. Literatir yang berhubungan dengan masalah, dan variabel yang diteliti;
c. Prosedur yang spesifik dan rinci langkah-langkahnya;
d. masalah dirumuskan dengan spesifik dan jelas;
e. hipotesisi dirumuskan dengan jelas;
f. ditulis secara rinci dan jelas sebelum terjun ke lapangan.
10.
J. Kapan Penelitian DIselesaikan
Setelah tidak ada yang diangga baru/jenuh.
J. Kapan Penelitian DIselesaikan
Setelah semua kegiatan yang direncanakan dapat diselesaikan.
11.
K. Kepercayaan terhadap Hasil Penelitian
Pengujian kredibilitas, depenabilitas, proses dan hasil penelitian
K. Kepercayaan terhadap Hasil Penelitian
Pengujian validitas dan realibitas instrument.


Sumber Buku : “Metodologi Penelitian Pendidikan” oleh Prof. Dr Sugiyono

Rabu, 03 Februari 2016

Undang-Undang No. 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

SAYANGI ORANG TUA KITA !!!

Awalnya saya membuka facebook dan menemukan salah satu teman share di dinding untuk video berikut,,,dan saya menangis.. Dan saya berpikir untuk meng-share-nya dengan pengunjung blog. Teman sayangilah kedua orang tua kita, keluarga kita selama kita masih diberikan Allah SWT kesempatan untuk melakukannya... Pls jangan mengesampingkan setiap kebersamaan dengan mereka... Tidak cukup hanya dengan materi temans,, yuks sayangi kedua orang tua kita dan keluarga kita dengan tulus, insyallah Allah akan senantiasa memberikan rejeki lebih untuk mencukupi kebutuhan kita dan keluarga kita terutama semua kebutuhan orang tua kita... Sumber Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=qd2B2ZP83J8 Semoga Allah selalu memberikan kita, orang tua kita dan keluarga kita kebahagiaan, panjang umur, kesehatan dan perlindungan Amin Ya Robb

Selasa, 09 Juni 2015

Senin, 09 Maret 2015

SEJARAH SINGKAT TEORI EKONOMI MIKRO

Hasil gambar untuk gambar ekonomi mikro


Teori Ekonomi Mikro sebagai Teori Ekonomi Klasik
|
Teori Ekonomi Klasik merupakan titik awal perkembangan Ilmu Ekonomi Modern. Pencetusnya adalah Adam Smith (1723-1790). Adam Smith mengeluarkan buku tentang pemikiran ekonomi klasik yaitu “Wealth Of Nations” tahun 1776.
|
Analisis ilmu ekonomi menggunakan dasar-dasar ilmiah, tanpa Teori Moral dan Teologis. Dasar-dasar ilmiah tersebut meliputi gejala-gejala ekonomi seperti Kenaikan Harga Barang dan Pengangguran menunjukkan adanya Gangguan Keseimbangan Sistem Ekonomi.
|
Masalah ekonomi akan teratasi jika ekonomi dikembalikan kepada kondisi keseimbangan. Alam semesta berjalan teratur, sistem ekonomi pun mampu memulihkan dirinya sendiri (self adjustment) karena ada kekuatan pengatur yang disebut invisible hands.
Invisible Hands dalam hal ini adalah Mekanisme Pasar yaitu suatu mekanisme alokasi sumber daya ekonomi berlandaskan interaksi kekuatan Demand dan Supply, yang mampu menjadi alat alokasi sumber daya yang efisien, jika pemerintah tidak ikut campur dalam perekonomian.
|
Teori Adam Smith diperkuat oleh Ekonom Perancis bernama Jean Baptiste Say (1767-1832), yaitu dengan memunculkan Hukum Say dalam bukunya : A Treatise On Political Economy (1803).
|
Maksud Hukum Say adalah bahwa barang dan jasa yang diproduksi pasti terserap permintaan sampai tercapai keseimbangan pasar. Pasar mampu menjadi alat alokasi sumber daya yang efisien lewat proses pertukaran (Exchange Economics).
|
Hukum Say ini juga diperkuat oleh Leon Walras (1834-1910) dengan model ekonomi keseimbangan pasar simultan yang menjadi dasar analisis model keseimbangan umum (General Equilibrium Model).
|
KESIMPULAN
  1. Alokasi seumber daya yang efisien akan tercapai bila individu-individu dalam perekonomian telah mencapai efisiensi;
  2. Indikator telah terjadi efisiensi, bila masing-masing individu telah berada dalam keseimbangan;
  3. Efisiensi dan keseimbangan ibarat dua muka uang logam. Efisiensi tidak akan tercapai tanpa keseimbangan. Tidaka da kesimbangan yang tidak efisien. Itu tercapai hanya melalui mekanisme pasar.
Mekanisme pasar didasari asumsi-asumsi bahwa struktur pasar merupakan persaingan sempurna, informasi simetris dan sempurna, input dan output adalah homogen, para pelaku ekonomi bersifat rasional dan bertujuan memaksimumkan kegunaan atau keuntungan.
|

PENDALAMAN TEORI EKONOMI KLASIK
  1. Asumsi Pertama
Adalah proses penyesuaian lewat mekanisme pasar dapat tercapai seketika itu juga. Kita dapat mengabaikan kendala waktu dan tempat dalam menganalisis proses pertukaran antar para pelaku ekonomi;
Proses pertukaran disini adalah individu-individu yang terlibat dalamproses pertukaran tidak terbatasi oleh tempat dan waktu (timeless and placeless)
  1. Asumsi Kedua
Asumsi Netralitas uang (Money Neutrality). Fungis uang adalah semata-mata alat transaksi (Medium Of Exchange).
Tidak ada penggunaan uang untuk tujuan spekulasi. Karenanya uang tidak dapat mempengaruhi jumlah output yang diproduksi para pelaku ekonomi.
Yang bisa dipengaruhi oleh uang adalah tingkat harga. Bila jumlah uang beredar bertambah, harga barang dan jasa naik.
Dari asumsi kedua ini harga bersifat fleksible dapat beribah seketika itu juga (price flexibility). Asumsi ini dikenal sebagai pemisahan antara sektor moneter dengan sektor riil oleh Teori Klasik.
Asumsi-asumsi klasik mempunyai konsekuensi bahwa proses pertukaran adalah satu-satunya cara untuk saling berinrekasi. Akibatnya fokus bahasan Klasik adalah analisis perilaku individu (produsen dan konsumen) dalam rangka mencapai keseimbangan.
Berdasarkan humum Say, permintaan relatif tidak terbatas, maka masalah sentral perekonomian adalah penawaran, baik penawaran input maupun output. Karena itulah Ilmu Ekonomi Klasik juga dikenal sebagai ilmu ekonomi yang sangat menekankan sisi penawaran (Suplly Side Economics).




Jumat, 13 Februari 2015

KERANGKA DASAR SUATU PEREKONOMIAN

Yukssss belajar sambil mengingat hehehe


Macam-macam kegiatan ekonomi


a.  Kegiatan Produksi adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengolah suatu bahan atau sumber-sumber ekonomi yang ada agar tercipta suatu produk yang mempunyai nilai guna yang lebih tinggi (menaikkan faedahnya).
b.  Kegiatan Konsumsi adalah kegiatan mengurangi atau menghabiskan nilai guna/manfaat suatu barang dan jasa. Ciri-ciri kegiatan konsumsi adalah :
1.  Barang yang digunakan dalam kegiatan konsumsi merupakan barang konsumsi;
2.  Ditujukan langsung untuk memenuhi kebutuhan;
3.  Barang yang dipergunakan akan habis atau berkurang.
c.  Kegiatan Pertukaran merupakan kegiatan saling tukar menukar barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup dan untuk mencapai kemakmuran. Kegiatan pertukaran ini ditunjang dengan kemajuan dalam komunikasi.

Masyarakat Subsisten adalah masyarakat dimana setiap keluarga menghasilkan barang dengan upaya sendiri untuk memenuhi kebutuhan sendiri dalam mencapai kemakmuran. Masyarakat subsisten meliputi dua kegiatan ekonomi pokok, yaitu berproduksi dan berkonsumsi.


Penggerak Kegiatan Ekonomi
Kegiatan ekonomi ini yimbul karena adanya aktivitas ekonomi untuk memenuhi kebutuhan manusia. Kebutuhan manusia adalah tujuan dan sekaligus motivasi dari kegiatan berproduksi, konsumsi dan tukar menukar.
Kebutuhan manusia timbul dari :
a.  Kebutuhan biologis untuk hidup (makan, minum, pakaian dan tempat tinggal);
b.  Kebutuhan yang timbul dari peradaban dan kebudayaan manusia itu sendiri;
c.  Lain-lain kebutuhan yang khas masing-masing perorangan
Unsur kegiatan produksi
1.  Sumber-sumber alam (tanah, minyak bumi, hadil tambang lain, air, udara dan sebagainya);
2.  Sumber ekonomi yang berupa manusia dan tenaga manusia (termasuk bukan hanya kemampuan fisik manusia, tetapi juga kemampuan mental, ketrampilan dan keahlian);
3.  Sumber-sumber ekonomi buatan manusia (termasuk mesin-mesin, gedung-gedung, jalan-jalan dsb). Sering disebut dengan istilah barang-barang modal atau kapital.
4.  Kepengusahaan (enterprneurship).
Tersedianya ketersediaan sumber-sumber ekonomi tersebut tidaklah menjamin kegitan produksi. Harus ada pihak-pihak yang berinisiatif menggabungkan dan mengorganisasi ketiga sumber ekonomi tersebut sedemikian rupa hingga menghasilkan barang/jasa yang dibutuhkan.

Macam-macam barang dan jasa :
1.  Barang ekonomis adalah barang yang tersedia dalam jumlah yang lebih sedikit daripada jumlah maksimum yang dibutuhkan masyarakat. Barang ekonomis selalu mempunya harga. Produksi barang ekonomis memerlukan sumber ekonomi yang terbatas jumlahnya. Oleh sebab itu tidak bisa diperoleh atau diproduksikan dalam jumlah yang tak terbatas.
2.  Barang bebas (barang non ekonomis) adalah barang yangtersedia dalam jumlah yang melebihi kebutuhan manusia, oleh sebab itu ia tidak mempunyai harga. Tetapi semua tergantung tempat dan waktu. Contohnya air (bersih) sekarang bukan lagi barang bebas, sinar matahari adalah barang ekonomis dalam musim dingin. Hal ini disebabkan makin padatnya penduduk bumi dan makin langkanya sumber-sumber alam, jumlah dan macam barang bebas semakin menyempit, dan ada kecenderungan untuk berubah menajdi barang ekonomis.
SUMBER : Buku “PENGANTAR ILMU EKONOMI NO. 1 : EKONOMI MIKRO oleh BUDIONO”