Selamat Datang

Assallamualaikum Wr. Wb,
Please Welcome to "Indahnya Belajar Akuntansi" Blog's. Congratulations and Good Usefull Reading to All


Hati Riang, Akuntansi - pun Gampang...Emak-Bapak ikut Senang..

Senin, 21 Agustus 2017

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

Panduan untuk penulisan artikel dan penelitian mahasiswa. Terutama bagi bapak2 dan ibu2 pembimbing :D

Rabu, 26 Juli 2017

MEMUNCULKAN MASALAH DALAM PENELITIAN

Hasil gambar untuk gambar masalah
Gimana mau ketemu, tujuan aja berbeda heheh *Guyonan


Tujuan saya menulis ini adalah memberikan masukan kepada mahasiswa saya maupun mahasiswa di luar sana yang masih bingung menentukan masalah untuk dijadikan penelitian. Semoga sedikit membantu, apabila ada masukan bisa layangkan ke email pribadi saya di tiyox_banget@yahoo.com. Mungkin kita bisa pecahkan dan belajar bersama.

Judul diatas bisa dikaitkan dengan teori yang akan dijadikan rujukan dalam penelitian. Garis besarnya adalah teori digunakan untuk memperkuat hubungan di setiap hipotesis, sehingga mampu menjelaskan dan memperkuat pembahasan dari hasil penelitian. Ketika hasil menunjukkan berbeda dengan praduga hasil sementara maka hal ini akan memunculkan masalah baru. Apakah pemahaman teori yang dipakai itu salah? Ataukah cara menggunakan program analasis data yang tidak benar?

Ada 2 kemungkinan menurut saya :
1.    Data yang digunakan benar, Pengujian data dengan alat analsisi benar.
Hal ini bisa disebabkan teori yang digunakan salah. Pada penelitian kuantitatif  adalah menguji teori. Jadi pemilihan teori haruslah tepat. Berbeda dengan kualitatif. Teori yang dipakai bisa juga berubah tergantung dari kondisi lapangan. lihat link perbedaan kuanti dan kuali.

2.    Teori tidak didukung dengan pemilihan dimensi dan indikator yang benar
Teori dalam penelitian selain digunakan untuk menguatkan hubungan hipotesis juga bisa digunakan untuk sebagai dasar penyusunan indikator dalam membuat pertanyaan kuesioner (jika perilaku) atau menentukan dimensi/indikator jika variabel yang digunakan menggunakan rumus.
Missal untuk penelitian perilaku : motivasi, kinerja manajerial dll
Untuk penelitian dengan rumus : kinerja keuangan dengan rasio dll.

Permasalahan bisa dihadirkan jika :
1.    Fenomena Gap
2.    Research Gap

Penjelasan :
Langsung saya kasih contohnya, untuk mempermudah pemahaman
Judul penelitian : “Analisis Pengaruh Intellectual Capital terhadap Kinerja Keuangan”

Definisi Konseptual :
Memuat konsep-konsep dari intellectual capital (dibuat minimal 3 konsep)
Konsep 1 :
Ihyaul Ulum (2009) bahwa Intellectual capital adalah sebagai bahan intelektual yang diformalkan, ditangkap, dan dimanfaatkan untuk menghasilkan asset senilai lebih tinggi yang terdiri dari tiga elemen utama yaitu human capital (modal manusia), structural capital dan relational capital.
Konsep 2 :
Menurut Stewart (1997) adalah sebuah konsep modal yang merujuk pada modal tidak berwujud yang terkait dengan pengetahuan dan pengalaman manusia serta teknologi yang digunakan.
Konsep 3 :
Modal intelektual (IC) merupakan salah satu sumber daya yang di miliki oleh perusahaan. Modal intelektual (IC) pada umumnya didefinisikan sebagai perbedaan antara nilai pasar perusahaan dan nilai buku dari aset perusahaan tersebut atau dari financial capitalnya. (Bontis et al. 2000)
Dari ketiga definisi konseptual diatas baru dimunculkan satu definisi konspetual yang akan digunakan dalam penelitian yaitu Ihyaul Ulum (2009) bahwa Intellectual capital adalah sebagai bahan intelektual yang diformalkan, ditangkap, dan dimanfaatkan untuk menghasilkan asset senilai lebih tinggi yang terdiri dari tiga elemen utama yaitu human capital (modal manusia), structural capital dan relational capital.
Dimensi penelitian adalah : (1) human capital, (2) structural capital dan (3) relational capital.

Definisi Operasional :
Indikator dari Human Capital adalah :
1.    Secara keseluruhan, kompetensi semua pegawai sesuai dengan tingkat paling ideal yang diharapkan untuk dicapai.
2.    Rangkaian program pelatihan untuk mengganti pegawai yang keluar dari institusi
3.    Kerjasama antar pegawai dalam pelaksanaan tugas-tugas tim untuk kontribusi terbaik
4.    Dll.
Indikator dari Strukturak capital adalah…….(titik2nya bisa dipikir sendiri ya guys.. hehe)
Indikator dari relational capital adalah……

MASUK KE PAMBAHASAN
A.    Fenomena Gap
Fenomena gap merupakan perbedaan antara keadaan yang sebenarnya dengan yang diharapkan. Pada fenomena gap ini, terjadi ketimpangan antara sesuatu yang diharapkan (indikator) tidak sesuai dengan kenyataan.
HARAPAN
KENYATAAN
1.    Secara keseluruhan, kompetensi semua pegawai sesuai dengan tingkat paling ideal yang diharapkan untuk dicapai.
2.    DLL
1.    Kompetensi pegawai kurang ideal dilihat dari sisi kepandaian cara berpikir dan melaksanakan pekerjaan;
2.    dll

B.    Research Gap
Research Gap merupakan perbedaan hasil penelitian antara peneliti2 terdahulu tehadap hipotesis yang kita jadikan obyek penelitian.
Intellectual Capital dan Good Corporate Governance tidak memberikan pengaruh kuat terhadap kinerja keuangan
Wahyuni Agustina (2015)
Terdapat pergeseran kinerja bank-bank di Indonesia dari tahun 2004, 2005 dan 2006 ditinjau dari perspektif Intellectual Capital. Dari penelitian ini pula menunjukkan bahwa kinerja perbankan yang diinjau dari aspek intellectual capital dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.
Ihyaul Ulum (2008)

Semoga bisa membantu memberikan pencerahan buat mahasiswa yang akan atau sedang membuat proposal dan skripsi.

Nice day J
Sukses sll

salam

Jumat, 21 Juli 2017

STOP BULLYING DENGAN PENDIDIKAN KARAKTER ANAK


Bullying atau penindasan merupakan kecenderungan habitual (yang dibiasakan) untuk memamerkan permusuhan, dominasi social, kekuasaan social secara ektrem. (Chaplin, 2005)

Perilaku bullying kebanyakan dilakukan di lingkungan pendidikan, baik dilakukan di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Bahkan kegiatan MOS dijadikan ajang bullying terhadap siswa/mahasiswa baru.

“Don’t be a bully. Don’t even be a bully to the bullies, it just makes more bullies.”
-Robby Novak

Latar belakang saya menulis tema ini adalah ketika saya melihat berita di Metro Tv yang menyebutkan bahwa ada universitas terkemuka di Jakarta melakukan kegiatan bullying dikampus. Dan bahkan siswa yang dianiyaya itu berkebutuhan khusus, meskipun ada konfirmasi dari pihak kampus bahwa anak yang di bully bukan anak yang berkebutuhan khusus atau hanya bejanda. Tetapi hal ini sungguh tidak bisa di terima. Bejanda boleh tetapi jangan melakukan tindakan yang menyakiti bahkan menindas sesama..
Seharusnya mahasiswa bisa memberikan suri tauladan kepada adek-adek kelas bahkan bagi pelajar dibawahnya untuk selalu menghargai dan menghormati tiap-tiap makhluk hidup ciptaan Tuhan. Tetapi apa yang mereka lakukan???

Dalam kesempatan ini saya akan mengulas atau memberikan masukan kepada pemerintah dan masyarakat terutam aorang tua untuk menghentikan sikap bullying di dunia anak-anak atau bahkan remaja. Adalah sebagai berikut :
Sebenarnya banyak dimensi yang melatarbelakangi timbulnya bullying di dunia pendidikan atau  di masyarakat, tetapi secara garis besarnya adalah sebagai berikut :

BAGI PEMERINTAH
1.    Aturan / sanksi buat pelaku bullying
Kebanyakan bullying dilakukan oleh anak-anak usia antara 5 – 17 tahun, tetapi tidak menutup kemungkinan diluar umur tersebut diatas juga melakukannya. Alasannya menurut saya adalah karena usia 5 – 17 tahun merupakan usia yang anak-anak suka mencoba-coba hal-hal baru sampai pada hal hal yang kurang nalar ataupun masih bisa dipengaruhi oleh lingkungan sekelilingnya.
Aturan mengenai bullying untuk pelaku dibawah umur hanya dikembalikan keorang tua untuk dibina atau bahkan hanya dilakukan pengawasan terhadap anak.
Jika pelakunya sudah dewasa (tdk dibawah umur) maka harus melakukan serangkaian hukum yang berlaku.
2.            Pendidikan karakter usia dini di lingkungan sekolah.

Pendidikan karakter di dunia sekolah memanglah penting. Pendidikan karakter muncul dari sikap didik yang ditularkan oleh pendidik melalui metode pembelajaran atau bahkan perilaku sikap yang bisa dicontoh.
Disamping itu pula menambah jumlah jam pelajaran agama atau pendidikan kewarganegaraan penting untuk dilakukan. Penambahan jam mata pelajaran agama bisa memberikan efek kognitif siswa untuk berperilaku sesuai ajaran agama yang sudah dianut dalam diri siswa. Diharapkan ketika siswa mendapat pendidikan agama lebih akan membawa dampak terhadap perilaku siswa. Penambahan jam mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan mengajarkan siswa untuk bisa menghormati dan menghargai sesama manusia tanpa membedakan agama, suku, rasa  dan agama.

BAGI KELUARGA
Keluarga merupakan tempat utama untuk membentuk perilaku anak. Dengan keluarga yang harmonis maka akan menghasilkan generasi penerus yang selalu berpikir positif dan sehat. Sehat dalam berperilaku maupun sehat dalam menerima hal-hal positif. Hal ini karena waktu anak untuk bercengkerama dengan keluarga lebih banyak jika dibandingkan di dunia sekolah.
Orang tua harus senantiasa memberikan pengawasan dan arahan yang positif mengenai tindakan yang sudah dilakukan oleh anak. Memberikan kebebasan anak untuk menggali diri itu penting tetapi harus positif dan mampu untuk dipertanggungjawabkan. *belajarJdOrangTua

Berikanlah pelajaran akan makna cinta kasih kepada anggota keluarga dan sesama manusia.
beri pemahaman mengenai tindakan-tindakan yang tidak boleh dilakukan dan yang harus dilakukan. berikan masukan dengan cara yang bisa diterima oleh anak.
Jangan memaksa kehendak dan mencoba untuk memahami sifat dan pemikiran anak. sehingga kita akan mampu masuk ke dunia mereka dan memberikan arahan positif yang bisa diterima.

Semoga bullying di negara kita tidak terulang lagi, dan siswa-siswa di Indonesia menjadi pemuda pemudi yang bermanfaat dan mampu membawa nama baik bangsa dan agama. Amin

Dan semoga kita sebagai pendidik, selain memberikan materi pendidikan juga mampu memberikan contoh positif dalam berprilaku sehari-hari. *optimis
Nice Day J

Salam Bahagia dan Salam Sukses







Senin, 10 Juli 2017

PENTINGNYA LOGIKA DALAM SEBUAH PENELITIAN

Hasil gambar untuk gambar logika berpikir
Logika dalam kamus bahasa Indonesia adalah  ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur. Logika penting dijadikan dasar kita untuk meneliti. Kebanyakan siswa/mahasiswa sering melakukan penelitian dengan megambil jurnal sebagai rujukan tanpa melakukan telaah terlebih dahulu. Alhasil ketika diuji penelitiannya didepan penguji, mahasiswa sering menjawab yang kurang masuk akal.

Bagi saya, selaku pengajar metodologi penelitian mengajak mahasiswa untuk berani beragumen dan berlogika itu penting karena :
1.    Supaya mahasiswa mampu menghubungkan penelitiannya dengan hal-hal yang ada kaitannya dengan variabel-variabel didalam penelitiannya.
Misalnya; ketika mahsiswa diminta membuat hipotesis penelitian, dan bagaimana menentukan (menyertakan) istilah positif/negative , meningkatkan atau menurunkan dll maka harus dikaitkan dengan teori yang diambil.
2.    Membuka jendela penelaran mahasiswa. Penelitian itu tidak semata-mata mengambil judul sesuai jurnal utama/pendukung saja atau dari skripsi/tesis kakak kelas lalu mencontohnya, tetapi mahasiswa dituntut membuka pikiran dan menganalisis hal-hal yang ada keterkaitan dengan penelitian kita.
3.    Penelitian yang baik adalah penelitian yang mampu memberikan kejelasan dengan lengkap atas dasar ide-ide dari peneliti yang mudah untuk dipahami.
Memang bagi pengajar hal ini tidak mudah, apabila ada mahasiswa yang inginnya instan atau langsung ke pokok permasalahan (point). Didalam penelitian, istilah “langsung ke pokok permasalahan” ini kurang bisa dilakukan menurut saya, karena didalam penelitian dibutuhkan alasan-alasan konkrit dan argument yang bisa diterima.


Oleh karena itu cara yang saya lakukan untuk mengajak mahasiswa berpikir logika adalah memberikan penjelasan dengan pelan dan sesekali mahasiswa perlu diberikan suntikan-suntikan kecil supaya berani untuk berpikir secara logika. Kadang istilah “bisa karena terpaksa” itu nyata dan bisa diterapkan. *pengalaman pribadi hehehe.

Kamis, 29 Juni 2017

MOHON MAAF LAHIR BATIN YAAA.......

ASSALAMUALAIKUM,
Hasil gambar untuk GAMBAR animasi hari raya idul fitri

Saya dan keluarga mengucapkan 
“Selamat Hari Raya Idhul Fitri 1438H”
Minal Aidzin Wal Faidzin
Mohon Maaf lahir dan batin

Buat :
1.       Sahabat-sahabat
Sahabat yang selalu ada buat saya untuk berbagi keluh kesah dan kebahagiaan. Maafkan Tiyok jika selama ini berbuat salah baik ucapan maupun perbuatan..  :)

2.       Teman-teman
Teman-teman yang selalu menemani saya dalam menyelesaikan pekerjaan dan mengajak bercanda. Baik teman di kantor maupun teman mengajar. Maaf jika ada salah ya.. :)

3.       Teman di media sosial
Maafkan saya jika ada tulisan yang menyinggung hati, maafkan saya jika ada tulisan yang tidak berkenan untuk dibaca, maafkan saya jika tulisan saya memenuhi dinding teman-teman semua.
Maafkan saya juga jika ada sesuatu yang menyakiti, karena beberapa hal yang sudah saya lakukan. Teman-teman tidak salah, mungkin saya yang salah maka mohon dimaafkan ya.
Karena ada hal-hal yang terpaksa harus saya lakukan dengan alasan pribadi.

4.       Buat pengunjung dan penikmat blog saya, mohon maaf jika ada tulisan yang kurang jelas dan komentarnya lama saya balas.

Sekali lagi saya dan keluarga mohon maaf, semoga persahabatan, pertemanan dan kekeluargaan kita terjalin dengan baik. Amin Ya Robbal Alamin

WASSALAMUALAIKUM
Salam Saya,

Tiyok n Fam